Pengunjung

292345
Hari iniHari ini145
KemarinKemarin532
Minggu iniMinggu ini2420
Bulan iniBulan ini5570
KeseluruhanKeseluruhan292345
  • DirectionJl. KHZ. Mustofa No. 310
  • PhoneCS (0265) 322333

Tubuh kita terdiri dari beberapa organ, misalnya hati, paru-paru, ginjal, limpa, otak dsb. Semua organ tersebut memiliki fungsi masing-masing. Tentunya untuk menjalankan fungsi metaboliknya diperlukan nutrisi. Darimanakah suplai nutrisi terhadap organ-organ tersebut?

Ya itulah peran utama jantung kita, memompa nutrisi ke seluruh organ tubuh. Gangguan salah satu organ akan mempengaruhi kinerja organ lainnya baik dari gangguan organ lain akan merusak jantung atau sebaliknya dari gangguan jantung bisa merusak organ lainnya. Dari sinilah pentingnya dilakukan cek kesehatan, namun pemeriksaan semua organ tentunya akan memakan biaya. Maka dari itu kita harus mengetahui beberapa penyakit yang berisiko menyebabkan gangguan terhadap jantung sebelum muncul gejala atau komplikasi yang berat.

Risiko penyakit jantung terbagi dalam 4 kategori, mulai dari rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Yang termasuk dalam risiko SANGAT TINGGI meliputi mereka yang memiliki riwayat serangan jantung, operasi jantung, stroke, gangguan peredaran darah pada anggota gerak, hasil pemeriksaan kateterisasi jantung atau CT-scan pembuluh darah dengan penyempitan bermakna, diabetes melitus lebih dari 20 tahun atau dengan komplikasi, gangguan ginjal berat (termasuk hemodialisa / cuci darah),  gangguan kolesterol genetik (sejak usia muda). Lanjut dengan risiko TINGGI mencakup hipertensi, diabetes lebih dari 10 tahun, kolesterol tinggi dan gangguan ginjal ringan-sedang. Kemudian untuk risiko SEDANG bagi mereka dengan diabetes usia muda dan pola hidup tidak sehat. Selain dari itu termasuk dalam risiko rendah.

Untuk menghindari hal-hal diatas, alangkah baiknya bagi kita untuk mencegahnya dengan pola hidup sehat dan kontrol kesehatan secara berkala. Apa saja itu?

  •         Berhenti merokok (termasuk apapun paparan terhadap zat-zat yang terlibat dengan rokok)

  •          Konsumsi makanan yang mengandung serat, sayuran, buah, ikan dan rendah lemak

  •          Olahraga teratur (aktivitas aerobik 30 menit per hari, minimal 5 kali seminggu)

  •          Kontrol berat badan (indeks massa tubuh 20-25 kg/m2) atau lingkar pinggang <94 cm (laki-laki) dan <80 cm (perempuan)

  •          Tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg

  •          Target kolesterol LDL < 115 mg/dL dan bisa lebih rendah lagi bila dalam risiko sangat tinggi.

  •          Kontrol gula darah (HbA1c <7%)

 Tidak lepas dari itu, perlu diketahui bahwa penyakit infeksi apa saja akan memperberat kinerja jantung. Hendaklah kita semua untuk tetap menjaga kesehatan diri masing-masing dan lingkungan sekitar dengan mengikuti anjuran dari sistem kesehatan setempat dalam menghadapi musibah pandemik COVID-19 yang sudah terbukti berakibat fatal (risiko mortalitas mencapai lebih dari 50% bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung).

 

 

Sumber:

1.Mach F, et al. 2019 ESC/EAS Guidelines for the management of dyslipidaemias: lipid modification to reduce cardiovascular risk. European Society of Cardiology (ESC) and European Atherosclerosis Society (EAS). European heart journal. 2020 Jan 1;41(1):111-88.

2.Shi S, Qin M, Shen B, et al. Association of cardiac injury with mortality in hospitalized patients with COVID-19 in Wuhan, China [published online March 25, 2020]. JAMA Cardiol. doi: 10.1001/jamacardio.2020.0950.

3.Santoso A, et al. Panduan praktik klinis (ppk) dan clinical pathway (CP) penyakit jantung dan pembuluh darah. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Jakarta: 2016

4.Piepoli MF, et al. 2016 European Guidelines on cardiovascular disease prevention in clinical practice. European Association for Cardiovascular Prevention & Rehabilitation (EACPR). European heart journal. 2016 Aug 1;37(29):2315-81.