Pengunjung

115553
Hari iniHari ini144
KemarinKemarin406
Minggu iniMinggu ini1339
Bulan iniBulan ini8683
KeseluruhanKeseluruhan115553
  • DirectionJl. KHZ. Mustofa No. 310
  • PhoneCS (0265) 322333
  • (WA) 08112110052
  • (IGD) 08112110053

KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN KOMITE PMKP 2019

A.Persiapan Akreditasi versi SNARS Edisi 1
    1.Pembuatan Perencanaan Strategis Pokja PMKP
    2.Pelaksanaan Perencanaan Strategis Pokja PMKP
    3.Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Strategi Pokja PMKP


B.Meningkatkan Profesionalisme di Komite PMKP.
    1.Workshop Eksternal  PMKP (1 orang).
    2.In House Training Tata Cara Pengumpulan Data Indikator.
    3.In House Training Analisa Data.
    4.In House Training Validasi Data.
    5.In House Training Risk Grading dan RCA sederhana.
    6.Refreshing Internal RCA.
    7.Refreshing Internal FMEA.
    8.Benchmark ke RS lain.


C.Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien
    1.Rapat Pemilihan Topik Prioritas.
    2.Rapat Pemilihan Indikator Mutu di Topik Prioritas (brainstorming).
    3.Rapat Pemilihan Indikator di Unit.
    4.Rapat Penetapan Indikatot Mutu di Topik Prioritas dan Pembuatan Profil Indikator.
    5.Sosialisasi Indikator Mutu 2019.
    6.Pengisian Indikator Mutu.
    7.Validasi Data hasil Indikator Mutu.
    8.Analisa hasil Indikator Mutu
    9.Rencana tindak lanjut hasil analisis.
    10.Rapat pemilihan PPK (brainstorming) baru.
    11.Rapat Penetapan PPK baru
    12.Sosialisasi pelaksanaan PPK baru
    13.Pelaksanaan PPK lama dan baru
    14.Evaluasi pelaksanaan PPK lama dan baru
    15.Rencana tindak lanjut hasil evaluasi pelaksanaan PPK lama dan baru
    16.Pengukuran budaya keselamatan pasien RS. TMC
    17.Ronde Keselamatan Pasien
    18.Melakukan FMEA
    19.Rapat Insidentil membahas insiden KP
    20.Melakukan RCA pada insiden KP dengan grading kuning/ merah
    21.Penilaian Kinerja Direksi dan Karyawan RS. TMC


D.Pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) yang Mendukung Pelayanan di Unit Kerja
    1. Monitoring dan Evaluasi Program IT.

PELAKSANAAN KEGIATAN

A.Persiapan Akreditasi versi SNARS Edisi 1.
    Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit edisi 1 (SNARS edisi 1) merupakan standar akreditasi rumah sakit yang mulai dipergunakan pada tahun 2018. SNARS Edisi 1 meliputi sasaran keselamatan pasien, standar pelayanan berfokus pasien, standar manajemen rumah sakit, program nasional dan integrasi pendidikan kesehatan dalam pelayanan di rumah sakit.
    Untuk Rumah Sakit yang sudah terakreditasi, kesesuaian dengan persyaratan akreditasi Rumah Sakit dinilai sepanjang siklus akreditasi melalui survey lokasi langsung. Guna memenuhi salah satu persyaratan Persiapan Perencanaan Strategi Akreditasi versi SNARS Edisi 1, maka Pokja PMKP berkoordinasi dengan Komite PMKP membuat Perencanaan Strategi Akreditasi versi SNARS Edisi 1 yang pelaksanaannya dilakukan sampai akhir tahun, dan dilakukan evaluasi per 3 bulan, untuk mengetahui strategis mana saja yang masih berlum terlaksana maupun yang sudah terlaksana.

B.Meningkatkan Profesionalisme di Komite PMKP.
    Langkah-langkah Komite PMKP dalam melaksanakan Diklat PMKP meliputi :

    1.Pelatihan Eksternal
        a.Mencari agenda workshop/seminar PMKP yang diadakan oleh KARS/PERSI.
        b.Membuat Proposal permohonan mengikuti workshop/seminar PMKP yang didalamnya mencantumkan siapa yang mengikuti/peserta, agenda worshopnya apa saja, serta biaya yang diperlukan.
    2.Pelaksanaan In House Training
        a.Membuat Proposal permohonan untuk mengadakan In House Training PMKP.
        b.Menyiapkan materi yang akan disampaikan beserta pre test dan post testnya.
        c.Mengundang pembicara yang berkompeten dan bersertifikat.
        d.Mengirimkan surat undangan kepada peserta pelatihan dengan agenda yang jelas dan terperinci.
        e.Melaksanakan In House Training PMKP dengan didukung oleh dokumentasi yang jelas
        f.Evaluasi hasil pelatihan internal
        g.Tindak lanjut dari evaluasi hasil pelaksanaan In House Training.

    3.Refresing Internal
        Kegiatan hanya akan dianggarkan untuk anggota Komite PMKP saja sebagi penguatan di dalam Komite.
    4.Benchmark ke RS lain.
        Benchmarking dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan Tolok Ukur atau Patokan. Benchmarking dilakukan untuk membandingkan Program PMKP di Rumah Sakit lain yang dinilai lebihh baik dari Rumah Sakit TMC. Dilakukan guna untuk membandingkan data dengan Rumah Sakit yang lain yang setara.
        Karena Rumah Sakit TMC sudah difasilitasi dengan Sistem SISMADAK, maka untuk data indikator dapat melakukan pembandingan data bisa secara otomatis dengan Rumah Sakit yang lain.

C.Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien.
    1.Rapat Pemilihan Topik Prioritas.
        Berdasarkan SNARS Edisi 1, pemilihan Topik Prioritas Rumah Sakit dilaksanakan di bawah pimpinan Direktur Rumah Sakit dengan melakukan koordinasi dengan Direktur PT, Dewan Pengawas, Direksi Rumah Sakit, Seluruh Kepala Bidang/Bagian/Instalasi, Seluruh Kepala Seksi/Subag dan Anggota Komite PMKP. Metode pemilihan berdasarkan Dasar Pemilihan Prioritas.
    2.Rapat Pemilihan Indikator Mutu di Topik Prioritas (brainstorming).
    3.Rapat Pemilihan Indikator di Unit.
    4.Rapat Penetapan Indikatot Mutu di Topik Prioritas dan Pembuatan Profil Indikator.
        Setelah adanya Penetapan Topik Prioritas tahun 2019, maka Para Pemimpin di Rumah Sakit yang mencakup semua unit layanan, baik klinis maupun manajerial menetapkan Indikator Mutu yang terkait dengan Topik Prioritas mapun prioritas Unit (sesuai area pelayanan, dimana prioritas diterapkan), setelah pemilihan Indikator Mutu selesai, maka indikator-indikator tersebur ditetapkan beserta dengan profil indikatornya.
    5.Sosialisasi indikator mutu 2019.
        Akan dilaksanakan pada saat rapat koordinasi, maupun rapat-rapat lainnya.
    6.Pengisian indikator Mutu.
        Setiap unit wajib melakukan pengisian indiaktor setiap hari dan dikumpulkan paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya. Karena Komite PMKP sudah di Fasilitasi dengan sistem IT, maka setiap unit pun wajib mengisi di aplikasi, untuk pengisian di formulir sensus indiaktor itu sebagai bukti nanti ketika akan melakukan pengisian di SISMADAK.
    7.Validasi data hasil indikator mutu.
        Dilaksanakan berdasarkan panduan/ SPO validasi data RS. TMC.
    8.Analisis Hasil indikator Mutu.
        Analisis data akan membandingkan dengan nilai standar yang terdapat di SPM Kepmenkes 2008, hasil dari rumah sakit lain, hasil indikator di RS. TMC pada bulan-bulan sebelumnya, dan berdasarkan praktek klinis yang baik.
    9.Rencana tindak lanjut hasil analisis.
        Melakukan Evaluasi data setelah dilakukannya analisis apakah menuju perbaikan atau tidak.
    10.Rapat pemilihan PPK (brainstorming) baru
        Langkah-langkah penetapan PPK sampai dengan monitoring dan evaluasi dilakukan melalui rapat- rapat yang melibatkan Komite Medis, dan Ketua Staf Medis.
    11.Rapat Penetapan  PPK baru
        Penetapan PPK baru dilakukan melalui rapat yang berisi brainstorming mengenai penyakit- penyakit yang high risk, high volume, atau high cost yang dihadiri oleh Ketua Komite Medis, Kepala Staf Medis beserta anggotanya, pimpinan rumah sakit. Pada rapat ini, selain penetapan PPK juga dibahas mengenai indikator mutu yang bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan dari PPK tersebut.
    12.Sosialisasi pelaksanaan PPK baru
        Sosialisasi dilakukan pada saat rapat koordinasi rumah sakit, juga kepada perawat ruangan yang nantinya akan mengontrol pengisian PPK terhadap penyakit tertentu.
    13.Pelaksanaan PPK lama dan baru
        Dilaksanakannya pengisian untuk PPK lama maupun PPK baru setiap hari.
    14.Evaluasi pelaksanaan PPK lama dan baru.
        Evaluasi pelaksanaan PPK dilakukan oleh Subkomite Mutu Komite Medis berdasarkan indikator yang telah ditetapkan pada saat rapat pertama. Evaluasi dilakukan pada 3 bulan pertama sejak PPK dilaksanakan.
    15.Rencana tindak lanjut hasil evaluasi pelaksanaan PPK lama dan baru
        Rencana tindak lanjut dari evaluasi tersebut akan menjadi tanggung jawab dari Subkomite Mutu Komite Medis.
    16.Pengukuran budaya keselamatan pasien RS. TMC
        Akan dilaksanakan dengan mengisi kuesioner yang telah dibuat untuk menilai pengukuran budaya keselamatan pasien di RS. TMC. Pengukuran budaya keselamatan pasien ini akan dilakukan oleh Subkomite Keselamatan Pasien Komite PMKP, dengan cara membagikan kuisioner ke setiap civitas hospitalia RS. TMC secara bertahap, dan setelah terkumpul akan di evaluasi oleh Komite PMKP.
    17.Ronde Keselamatan Pasien.
        Dilakukan oleh tim yang terdiri dari Pimpinan Rumah Sakit, Anggota PMKP, dan koordinator unit kerja per 3 bulan. Setelah dilakukan ronde keselamatan pasien, akan diadakan rapat yang membahas tentang hasil dari ronde Keselamatan Pasien tersebut.
    18.Melakukan FMEA.
        Untuk tahap pertama Direktut akan membuat surat kepada semua unit kerja untuk membuat risk register  untuk melakukan identifikasi risiko yang ada di unitnya masing-masing, risk register kemudian dikumpulkan ke Komite PMKP/Subkomite Manajemen Risiko untuk dilakukan grading dan bisa menjadi bahan dilakukannya FMEA Rumah Sakit. Nanti  Komite PMKP akan membuat kebijakan dan strategi manajemen risiko RS. TMC. Nantinya diharapkan pada tahun 2019 ini, setiap unit kerja minimal dapat melakukan proses manajemen risiko dengan cara FMEA.
    19.Rapat Insidentil membahas insiden Keselamatan Pasien.
        Rapat investigasi sederhana dilakukan oleh Subkomite Keselamatan Pasien bekerjasama dengan unit yang terkait dengan grading insiden biru/hijau. Kemudian untuk rekomendasi dari hasil rapat dibagikan kepada unit-unit yang bersangkutan maupun unit yang lain yang ada kaitannya dengan insiden.
    20.Melakukan RCA pada insiden Keselamatan Pasien dengan grading kuning/merah.
        RCA dilakukan ketika ada laporan insiden dan dilakukan risk grading masuk ke dalam kriteria Kejadian Sentinel ataupun dilakukan regarding dan hasil dari risk grading matrixnya kuning ataupun merah, maka laporan insiden tersebut wajib dilakukan RCA.
    21.Penilaian Kinerja Direksi dan Karyawan RS. TMC.
        a.Penilaian kinerja rumah Direksi Rumah Sakit dilakukan oleh Direktur RS. TMC dalam bentuk laporan tiap 12 bulan yang dilaporkan kepada Direktur PT.
        b.Penilaian tenaga profesi dilakukan oleh Komite Medis untuk Staf Dokter, Komite Keperawatan untuk perawat, dan Komite Profesional Kesehatan Lainnya untuk apoteker, gizi, radiologi, Rehabilitasi Medik, Rekam Medik, bidan dan analis.
        c.Penilaian koordinator dilakukan oleh tiap-tiap atasan unit kerja dalam bentuk laporan tiap 1 bulan yang dilaporkan kepada Direktur.
        d.Penilaian Unit Kerja dilakukan oleh tiap-tiap atasan unit kerja dalam bentuk laporan tiap 1 bulan yang dilaporkan kepada Direktur.
        e.Penilaian staf, monitoring maupun evaluasi penilaian dilakukan oleh bagian SDM.

D.Pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) yang Mendukung Pelayanan di Unit Kerja
    1. Monitoring dan Evaluasi Program IT untuk aplikasi PMKP maupun pengisian indikator di SISMADAK.